Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 23 Mei 2010

Supervisi pendidikan

Supervisi Pendidikan



• Pengertian Supervisi Pendidikan:
Secara etimologi, superisis berarti adalah pengawasan di bidang pendidikan. Jadi orang yang mengawasinya disebut supervisor. Sedangkan arti keseluruhannya supervisi pendidikan adalah serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor (Pengawas sekolah, kepala sekolah, dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar. Karena supervisi atau pembinaan guru tersebut lebih menekankan pada pembinaan guru tersebut pula.“.
Jadi supervisor tidak hanya mengawasi jalannya kegiatan belajar mengajar tapi juga memberi pembinaan yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Mengapa guru yang harus dibina untuk meningkatkan kualitas pendidikan ???
Hal ini karena jika gurunya kurang kreatif, jarang membaca untuk menambah penetahuan yang baru, dan kurang pandai dalam mengajarkan suatu hal pada muridnya maka mana bisa murid tersebut menjadi lebih baik kualitasnya. Hal ini karena guru dianggap sebagai sebagai inti dalam kegiatan belajar mengajar, jika semua guru di Indonesia kreatif, sering menambah pengetahuannya dengan membaca, dan cerdas dalam mengajarkan suatu materi pada muridnya pasti murid tersebut menjadi mengerti dan paham akan materi tersebut sehingga kualitas pendidikan dapat meningkat.

• Latar belakang perlunya supervisi pendidikan

Swearingen mengungkapkan latar belakang perlunya supervisi berakar mendalam dalam kebutuhan masyarakat dengan latar belakang sebagai berikut :

1. Latar Belakang Kultural, Pendidikan berakar dari budaya arif lokal setempat.
2. Latar Belakang Filosofis, Suatu system pendidikan yang berhasil guna dan berdaya guna bila ia berakar mendalam pada nilai-nilai filosofis pandangan hidup suatu bangsa.
3. Latar Belakang Psikologis, Secara psikologis supervisi itu berakar mendalam pada pengalaman manusia.
4. Latar Belakang Sosial, Seorang supervisor dalam melakukan tanggung jawabnya harus mampu mengembangkan potensi kreativitas dari orang yang dibina melalui cara mengikutsertakan orang lain untuk berpartisipasi bersama
5. Latar Belakang Sosiologis, Secara sosiologis perubahan masyarakat punya dampak terhadap tata nilai.
6. Latar Belakang Pertumbuhan Jabatan, Supervisi bertugas memelihara, merawat dan menstimulasi pertumbuhan jabatan guru.
• Pentingnya diadakan supervisi pendidikan
Supandi (1986:252), menyatakan bahwa ada dua hal yang mendasari pentingnya supervisi dalam proses pendidikan, yaitu :

1. Adanya pengembangan kurikulum sebagai gejala pengembangan pendidikan.
Biasanya pengembangan kurikulum menyebabkan guru harus belajar untuk mengembangkan kreatifitasnya agar apa yang diinginkan kurikulum dapat tercapai dengan baik. Namun biasanya tidak semua guru dapat mengembangkan kurikulum tersebut dengan baik, sehingga sangat diperlukan supervisi untuk membina guru tersebut agar pelaksanaan kegiatan mengajar dapat baik dan maksimal.

2. Pengembangan personal.



• Macam-macam Kegiatan Supervisi Pendidikan
Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supevisi pengajaran, yakni :
1. Supervisi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada guru-guru.

Kegiatan ini dilakkan secara rutin dan terjadwal Kepala Sekolah melaksanakan kegiatan supervisi kepada guru-guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang dilaksanakan. Dalam prosesnya, kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. Guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencana pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran yang dilakukan guru. Saat kegiatan supervisi berlangsung, Kepala Sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah dibakukan, yakni Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG terdiri atas APKG 1 (untuk menilai Rencana Pembelajaran yang dibuat guru) dan APKG 2 (untuk menilai pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan guru).

2. Supervisi yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah kepada Kepala Sekolah dan guru-guru untuk meningkatkan kinerja. Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh Pengawas Sekolah yang bertugas di suatu Gugus Sekolah. Gugus Sekolah adalah gabungan dari beberapa sekolah terdekat, biasanya terdiri atas 5-8 Sekolah. Hal-hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervisi untuk memantau kinerja kepala sekolah, di antaranya administrasi sekolah, meliputi :
a. Bidang Akademik, mencakup kegiatan :
1) menyusun program tahunan dan semester,
2) mengatur jadwal pelajaran,
3) mengatur pelaksanaan penyusunan model satuan pembelajaran,
4) menentukan norma kenaikan kelas,
5) menentukan norma penilaian,
6) mengatur pelaksanaan evaluasi belajar,
7) meningkatkan perbaikan mengajar,
8) mengatur kegiatan kelas apabila guru tidak hadir, dan
9) mengatur disiplin dan tata tertib kelas.
b. Bidang Kesiswaan, mencakup kegiatan :
1) mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru,
2) mengelola layanan bimbingan dan konseling,
3) mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa, dan
4) mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler.

c. Bidang Personalia, mencakup kegiatan:
1) mengatur pembagian tugas guru,
2) mengajukan kenaikan pangkat, gaji, dan mutasi guru,
3) mengatur program kesejahteraan guru,
4) mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru, dan
5) mencatat masalah atau keluhan-keluhan guru.
d. Bidang Keuangan, mencakup kegiatan:
1) menyiapkan rencana anggaran dan belanja sekolah,
2) mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah,
3) mengalokasikan dana untuk kegiatan sekolah, dan
4) mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
e. Bidang Sarana dan Prasarana, mencakup kegiatan :
1) penyediaan dan seleksi buku pegangan guru,
2) layanan perpustakaan dan laboratorium,
3) penggunaan alat peraga,
4) kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah,
5) keindahan dan kebersihan kelas, dan
6) perbaikan kelengkapan kelas.
f. Bidang Hubungan Masyarakat, mencakup kegiatan:
1) kerjasama sekolah dengan orangtua siswa,
2) kerjasama sekolah dengan Komite Sekolah,
3) kerjasama sekolah dengan lembaga-lembaga terkait, dan
4) kerjasama sekolah dengan masyarakat sekitar (Depdiknas 1997).

Sedangkan ketika mensupervisi guru, hal-hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus dikerjakan guru, diantaranya :
a. Penggunaan program semester,
b. Penggunaan rencana pembelajaran,
c. Penyusunan rencana harian,
d. Program dan pelaksanaan evaluasi,
e. Kumpulan soal,
f. Buku pekerjaan siswa,
g. Buku daftar nilai,
h. Buku analisis hasil evaluasi,
i. Buku program perbaikan dan pengayaan,
j. Buku program Bimbingan dan Konseling, dan
k. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.

• Tahap-tahap Supervisi Pendidikan :
1. Penelitian (research)
Hal ini bertujuan untukmengamati dan memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang suatu situasi pendidikan secara real, yang meliputi :
• Perumusan topik
• Pengumpulan data
• Pengolahan data
• Konklusi hasil penelitian
2. Penilaian (evaluation)
Hal ini bertujuan untuk menilai bagaimana jalannya kesiatan mengajar apakah sudah baik atau belum. Sehingga dalam proses menilai lebih menekankan tentang bagaimana agar proses mengajar menjadi lebih baik dari sebelumnya.
3. Perbaikan (improvement)
Hal ini bertujuan untuk memperbaiki hal- hal yang kurang dari guru agar kegiatan belajar mengajar dapat maksimal.
4. Pembinaan
Hal ini bertujuan untuk memberikan bimbingan (guidance) ke arah pembinaan diri yang disupervisi.
Jadi sudah jelas sekali bahwa supervise pendidikan tidak hanya mengawasi jalannya kegiatan mengajar tapi juga berusaha memperbaiki kekurangannya,
• JENIS-JENIS SUPERVISI PENDIDIKAN BERDASARKAN PROSESNYA
1. Koraktif : lebih menekaknkan pad mengkoreksihal-hal yang kurang.
2. Preventif : mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Konstruktif : membangun (dapat memperbiki jika terjadi kesalahan).
4. Kreatif : menekankan inisiatif dan kebebasan berfikir.
• KETERAMPILAN-KETERAMPILAN SUPERVISOR PENDIDIKAN
1. Keterampilan dalam kepemimpinan (leadership)
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan yang dipimpin, yang meliputi :
• Working on : wibawa (power on).
• Working for : pembantu bagi orang yang disupervisi.
• Working mithin : bersama-sama.
2. Keterampilan dalam proses kelompok
Supervisor harus terampil :
• Membangkitkan semangat kerjasama.
• Merumuskan tujuan.
• Merencanakan bersama.
• Mengambil keputusan bersama.
• Menciptakan tanggung jawab bersama.
• Menilai dan merivisi bersama.
3. Keterampilan dalam hubungan insani (human relation)
Supervisor tidak semata-mata berurusan dengan aspek meteril tetapi berhadapan dengan manusia-manusia yang berbeda perilaku, diantaranya yaitu :
• Hubungan pribadi : pribadi orang yang bersangkutan.
• Hubungan fungsionil : fungsi yang dijalankan seseorang.
• Hubungan instrumental :didasarkan atas pandangan memperalat
bawahan.
• Hubungan konsensionil :didasarkan atas kebiasaan atau kelaziman
yang berlaku.

4. Keterampilan dalam administrasi personal
Supervisor harus terampil :
• Menyeleksi anggota/karyawan baru.
• Mengorientasi anggota/karyawan baru.
• Menempatkan dan menugaskan sesuai kecakapan.
• Membina karyawan.
5. Keterampilan dalam evaluasi (evaluation)
• Merumuskan tujuan dan norma-norma.
• Mengumpukan fakta-fakta perubahan.
• Menterapkan criteria dan menyusun pertimbangan.
• Merevisi rencana yang telah disusun.

• Tipe- Tipe Supervisor Pendidikan :

1. Otokratis : supervisor penentu segalanya.
2. Demokratis : mementingkan musyawarah mufakat dan
bekerjasama atau gontong royong secara
kekeluargaan.
3. Manipulasi diplomatis : mengarahkan orang yang disupervisi untuk
melaksanakan apa yang dikehendaki supervisor
dengan cara musulihat.
4. laissez-faire : memberikan kebebasan dan keleluasan kepada
orang yang disupervisi untuk melakukan apa yang
dianggap mereka baik.



• MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI SUPERVISI PENDIDIKAN


a. Perbedaan konsep inspeksi dan supervisi pendidikan.
1. perbedaan fungsi
• inspeksi merupakan suatu jabatan (position) dalam suatu jawatan
• supervisi merupakan suatu fungsi (funcition) untuk membina perbaikan suatu situasi
2. perbedaan prinsip
• inspeksi dilaksanakan berdasarkan prinsip otokrasi/inspector, atau pengawas
• supersvisi dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi yang dijiwai oleh fasafah pancasila
b. Perbedaan interpretasi terminologis.
c.Perbedaan aktualisasi fungsi sebagai administrator dan supervisor pendidikan.
• administrator berfungsi mengatur agar segala sesuatu berjalan dengan baik.
• supervisor berfungsi membina agar sesuatu itu berjalan secara lebih baik dan lebih lancar lagi (meningkatkan mutu) dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan.
d. Perbedaan konsepsional tentang kepemimpinan dan kekuasaan.
kekuatan mendapat yang diberikan tidak disertai wewenang bertindak, sehingga bukan hanya sulit, ia juga tidak tau apa yang menjadi wewenangnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar